Dengan bermodalkan USB Flashdisk dan installer Windows 10 berformat .iso kita sudah bisa membuat bootable Windows yang dapat digunakan untuk melakukan install ulang komputer atau laptop. Tak hanya sistem operasi Windows, sistem operasi lain seperti Linux juga bisa diubah menjadi USB bootable menggunakan aplikasi Rufus. Cara pakai Rufus sangat mudah, sebelumnya pastikan Anda telah memiliki file sistem operasi berformat .iso. Baik itu dari keluarga Windows atau Linux. USB Flashdisk berkapasitas minimum 8 GB. Selanjutnya silakan download aplikasi Rufus versi terbaru pada tautan dibawah.

Pada tulisan kali ini kita akan membuat tutorial cara pakai Rufus untuk install Windows 10. Bagi teman-teman yang belum memiliki file installer Windows 10, bisa menggunakan aplikasi ini untuk mendownloadnya secara gratis.

Dengan menggunakan aplikasi di atas, kita juga bisa mendownload aplikasi Microsoft Office secara gratis mulai dari Office versi 2010 hingga versi terbaru. Untuk Windows sendiri tersedia mulai Windows 7 hingga versi terbaru. Untuk mendownload Windows 10 pada aplikasi Microsoft Windows and Office ISO Download Tool, silakan ikuti langkah dibawah.

cara download windows 10 gratis

Di bagian kanan atas aplikasi, pada tab Windows pilih Windows 10. Di bagian kiri, pilih versi Windows 10 terbaru klik Select edition > Windows 10 Home/Pro (pilih urutan paling atas). Pilih bahasa yang akan digunakan, karena tidak ada bahasa Indonesia silakan pilih English. Klik Confirm untuk melanjutkan.

Advertisement
download windows original terbaru

Selanjutnya akan diarahkan pada laman download. Pada laman tersebut pengguna dapat mendownload Windows 10 versi 64-bit atau 32-bit. Klik pada versi Windows yang akan digunakan. Klik salah satu versi untuk mulai mendownload, pilih opsi Save apabila ada jendela konfirmasi download file. Arahkan lokasi penyimpanan hasil download pada File Explorer, dan tunggu proses download hingga selesai. Perbedaan mendasar pada sistem operasi 64-bit dan 32-bit adalah kinerja dalam memproses data. Dimana sistem dengan 64-bit ditujukan untuk menjalankan proses yang berat seperti desain, editing video dan bermain game dengan resolusi tinggi.

Sistem operasi 64-bit

  1. Batas maksimum penggunaan RAM dibawah 4 GB, dan akan optimal pada kapasitas RAM 1 s.d 2 GB;
  2. Bisa menjalankan aplikasi dengan arsitektur 32-bit;
  3. Dapat menjalankan aplikasi-aplikasi lama, cocok digunakan untuk komputer atau laptop lawas.

Sistem operasi 32-bit

  1. Dapat digunakan dan bekerja optimal pada RAM 4 GB atau lebih.
  2. Tidak dapat menjalankan aplikasi dengan arsitektur 64-bit;
  3. Sangat cocok digunakan untuk menginstall aplikasi-aplikasi terbaru yang membutuhkan spesifikasi terbarui.

Untuk menentukan file mana yang harus di download Anda cukup mengecek kapasitas RAM yang terpasang. Apabila dibawah 4 GB sebaiknya memilih Windows 10 32-bit dan apabila memiliki kapasitas RAM 4 GB atau lebih bisa memilih Windows 10 64-bit.

Cara pakai Rufus untuk install Windows 10

Pastikan Anda melakukan proses pembuatan bootable Windows pada komputer yang terbebas dari virus. Hal ini bertujuan untuk menghindari installer Windows 10 pada USB Flashdisk terinfeksi virus yang bisa menginfeksi komputer yang akan kita install ulang.

Setelah file installer Windows 10 berhasil di download, silakan colokan USB Flashdisk pada CPU kemudian buka aplikasi Rufus. Penjelasan tampilan antar muka aplikasi rufus dapat dilihat pada gambar dibawah.

cara membuat bootable windows menggunakan rufus

Keterangan gambar diatas:

  1. Device, USB Flashdisk yang akan digunakan untuk membuat installer Windows 10. Pastikan memilih USB Flashdisk yang tepat, seluruh data pada USB Flashdisk tersebut akan terhapus.
  2. Boot selector, klik Select untuk memilih sistem operasi yang akan digunakan, pastikan file installer dalam format .iso.
  3. Partition scheme, tabel partisi yang akan digunakan, pelajari mengenai perbedaan GPT dan MBR.
  4. Status, menginformasikan apabila semua telah siap atau belum, informasi proses pembuatan installer dan informasi apabila terdapat kesalahan.
  5. Start, tombol untuk memulai proses pembuatan installer Windows 10 pada USB Flashdisk.

Perbedaan GPT dan MBR

Sebelum Windows terinstall pada komputer atau laptop, tahap paling awal adalah mengatur partisi hardisk. Baik itu menggunakan penyimpanan HDD atau sudah menggunakan SSD. Terdapat dua jenis struktur partisi yang dapat digunakan, yaitu GPT (GUID Partition Table) dan MBR (Master Boot Record). Keduanya memiliki mekanisme yang berbeda dalam menyimpan data atau informasi partisi pada hardisk.

Advertisement

MBR merupakan teknologi lama dan biasanya terdapat pada perangkat komputer atau laptop lawas. Sedangkan GPT merupakan teknologi terbaru pengembangan dari MBR.

MBR (Master Boot Record)

  1. Pengguna hanya bisa membuat hingga 4 partisi primary;
  2. Kapasitas penyimpanan hingga 2 TB;
  3. Membuat cadangan di sektor pertama Hardisk untuk menyimpan informasi partisi dan lokasi sistem. Jadi apabila terjadi corrupt kemungkinan besar data Anda tidak dapat di akses lagi.

GPT (GUID Partition Table)

  1. Pengguna bisa membuat hingga 128 partisi primary;
  2. Kapasitas penyimpanan bisa lebih dari 2 TB;
  3. Cadangan informasi partisi dan lokasi sistem di duplikat lebih dari satu kali. Sehingga kemungkinan akan tetap bisa bekerja meskipun terdapat corrupt.

Pada komputer atau laptop seri terbaru biasanya sudah menggunakan struktur partisi terbaru yaitu GPT. Dan untuk perangkat lawas biasanya masih menggunakan struktur partisi MBR. Untuk mengecek struktur partisi yang digunakan pada komputer Windows bisa menggunakan CMD. Ketik perintah diskpart kemudian ketik list disk. Hardisk dengan struktur partisi GPT akan diberi tanda bintang (*) pada kolom GPT.

cek mbr atau gpt pada komputer windows

Setelah semua siap, dan status pada aplikasi Rufus bertuliaskan READY klik tombol Start untuk memulai membuat USB bootable installer Windows 10. Tunggu prosesnya hingga selesai dan bertuliskan READY, yang berarti USB Flashdisk Anda sudah siap digunakan untuk melakukan install ulang. Selamat mencoba cara pakai Rufus untuk install Windows atau Linux.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *